Model
Berita Daerah

Reses DPRD Sumut di Naga Pitu, Warga Keluhkan Sampah, Drainase, hingga Bantuan Lansia

154
×

Reses DPRD Sumut di Naga Pitu, Warga Keluhkan Sampah, Drainase, hingga Bantuan Lansia

Sebarkan artikel ini

 

PEMATANGSIANTAR , BNFNEWS — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Daerah Pemilihan X (Kabupaten Simalungun–Kota Pematangsiantar), Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., melaksanakan kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Medan, Kelurahan Naga Pitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (10/2/2026).

Dalam kegiatan reses itu, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan yang selama ini dirasakan, mulai dari persoalan pengelolaan sampah, drainase, hingga minimnya perhatian terhadap warga lanjut usia (lansia). Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh warga kepada wakil rakyat yang hadir.

Ibu Lala, salah satu warga Lingkungan I Kelurahan Naga Pitu, mengeluhkan tidak adanya bak penampungan sampah di wilayah mereka. Ia mengaku masyarakat sering kebingungan membuang sampah karena khawatir membuangnya ke sungai dapat menyebabkan banjir.

Kami juga rutin membayar retribusi sampah, tapi bingung harus buang sampah ke mana. Kami harus jauh-jauh ke bak penampungan di daerah pinggiran rel, bahkan harus naik sepeda motor,” ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari Ibu Zega, warga Naga Pitu, yang menyampaikan persoalan bantuan sosial bagi lansia. Ia mengaku selama puluhan tahun hidup sebagai janda, namun belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Ia mengatakan sudah 25 tahun menjadi janda dan tidak pernah mendapat bantuan. Kadang saya sedih melihat orang lewat membawa beras, tapi saya tidak pernah mendapatkan perhatian. Harapan saya, melalui Bapak Darma Putra Rangkuti, aspirasi kami bisa diperhatikan,” ungkapnya dengan nada haru.

Selain itu, persoalan drainase juga menjadi sorotan warga. Masalah ini disebut sudah beberapa kali disampaikan sebelumnya, termasuk kepada Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Daud Simanjuntak. Warga menilai drainase di Jalan Medan Atas sangat krusial karena kerap menyebabkan banjir.

Akibat buruknya sistem drainase, genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak ke SMA Negeri 5 Pematangsiantar yang berada di lokasi lebih rendah. Bahkan, warga menyebutkan pernah terjadi kecelakaan siswa akibat jalan becek dan berlubang karena sering terendam banjir.

Menanggapi aspirasi tersebut, Darma Putra Rangkuti menyatakan akan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan warga. Ia mengakui bahwa bantuan lansia saat ini belum masuk dalam program yang diwacanakan, namun akan dibahas bersama pihak kelurahan dan lembaga terkait.
“Nanti akan saya bicarakan dengan Lurah Naga Pitu dan lembaga terkait agar lansia bisa mendapat perhatian, mengingat usia mereka yang rentan dan perlu perlindungan melalui peraturan daerah,” katanya.

Kegiatan reses tersebut dihadiri ratusan warga Kecamatan Siantar Martoba. Turut hadir Lurah Naga Pitu Sahara Sinaga, Bapak Yuldi selaku pembaca doa, moderator Rizki Mahendra, serta tenaga kesehatan yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Laporan :LS18