Model
Berita Daerah

Pekerjaan Rehabilitasi Jalan Dinilai Lambat Picu Kekecewaan Masyarakat, di Musim Hujan Galian Jalan Jadi Genangan Air

197
×

Pekerjaan Rehabilitasi Jalan Dinilai Lambat Picu Kekecewaan Masyarakat, di Musim Hujan Galian Jalan Jadi Genangan Air

Sebarkan artikel ini

Pekerjaan Rehabilitasi Jalan Dinilai Lambat Picu Kekecewaan Masyarakat, di Musim Hujan Galian Jalan Jadi Genangan Air

Pematangsiantar, BNFNEWS – Proyek pekerjaan rehabilitasi jalan di tiga titik yakni Jalan Surabaya – Jalan WR. Supratman – Jalan Kartini Bawah, Kota Pematangsiantar, memunculkan kontroversi dan menimbulkan kekecewaan masyarakat sekitar proyek. Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya mendatangkan manfaat bagi masyarakat yang ada justru malah sebaliknya.

Pekerjaan rehabilitasi bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) T.A 2025, dengan nilai kontrak Rp 997.500.000.00, dan penyedia jasa CV. Publik Cahaya Brigitha beralamat di JL. Perumahan Bunga Ester House No.C5, Kel. Padang Bulan Selayang-II, Kec. Medan Selayang Kota Medan, dinilai kurang profesional.

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, Kamis (27/11/2025), tampak pekerjaan rehabilitasi di Jalan Kartini Bawah, tepatnya dari sepanjang depan Kantor PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) hingga ke arah gudang stasiun Kereta Api, didapati galian pinggir jalan yang kini menjadi genangan air.

Salah satu pemilik usaha di lokasi tersebut kepada kru media mengatakan pekerjaan rehabilitasi ini sangat berdampak untuk usahanya. Sebab sebelumnya, lokasi tersebut baik-baik saja, namun kini menjadi genangan air yang menghalangi pembeli untuk masuk ke warung tempatnya berjualan.

“Setelah jalan ini digali, sudah sekitar seminggu lebih namun belum ada lanjutan pekerjaannya. Sebelumnya baik-baik ajanya jalan ini. Namun setelah dikeruk dan jadi genangan air, pembeli jadi malas untuk mampir, apalagi sekarang ini musim hujan, banjirlah terus di depan warung kami ini bang,” ungkap salah satu pemilik usaha.

“Maunya cepatlah ini dikerjakan biar orang kembali tertarik mampir ke warung kami. Kami pun repot setiap hujan harus membuat galian supaya airnya ngalir ke parit,”pungkasnya.

Selanjutnya, awak media mencoba konfirmasi Donlikut M Tampubolon, ST, MM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemko Pematangsiantar lewat pesan WhatsApp. Namun, alih-alih mendapat jawaban, PPK tersebut justru memblokir nomor WhatsApp wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan apapun dari pihak terkait. Publik menilai tindakan oknum ASN selaku PPK proyek pemerintah yang memblokir WhatsApp wartawan tersebut menunjukkan sikap yang tidak profesional dan dapat dikategorikan tindakan yang tidak mematuhi UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik).

Sehingga memicu tanda tanya publik, ada apa dengan proyek tersebut. Mengingat proyek pekerjaan rehabilitasi itu bersumber dari uang Negara yakni APBD Kota Pematangsiantar bukan uang pribadi.
(Pirhot Nababan)